JAKARTA – Kalau lari delapan kilometer terasa kurang menantang, coba selingi dengan dorong beban, menarik sled, burpee, rowing, membawa beban, lunges, dan wall ball. Kira-kira begitulah konsep HYROX, kompetisi kebugaran yang sedang naik daun di berbagai negara.
Formatnya simpel untuk dipahami, tetapi jelas tidak santai untuk dijalani. Peserta berlari satu kilometer, masuk ke satu pos latihan, lalu kembali berlari. Pola tersebut diulang delapan kali hingga seluruh rangkaian selesai.
Delapan pos yang harus ditaklukkan terdiri atas SkiErg, sled push, sled pull, burpee broad jump, rowing, farmers carry, sandbag lunges, dan wall ball. Total larinya mencapai delapan kilometer. Jadi, saat kaki mulai berat, masih ada latihan lain yang menunggu.
HYROX lahir di Hamburg, Jerman, pada 2017. Kompetisi ini digagas Christian Toetzke bersama Moritz Fürste, mantan atlet hoki Jerman peraih emas Olimpiade. Event pertamanya hanya diikuti sekitar 700 peserta, sebelum berkembang menjadi fenomena fitness racing global.
Pada musim 2025–2026, HYROX telah menggelar lebih dari 100 event di lebih dari 30 negara. Jumlah pesertanya menembus sekitar 1,4 juta orang dengan 1,5 juta penonton. Pertumbuhan tersebut membuat HYROX bukan lagi sekadar tren kecil di kalangan penghuni gym.
Nilai bisnisnya juga ikut melesat. Pada September 2026, kedua pendirinya bersama konsorsium yang dipimpin L Catterton mengambil kembali kepemilikan mayoritas HYROX dari Infront Sports & Media. Nilai transaksi tidak diumumkan secara resmi, tetapi sejumlah laporan memperkirakan valuasinya mencapai 600 juta euro.
Indonesia sudah ikut masuk dalam gelombang ini. AirAsia HYROX Jakarta digelar pada 27–28 Juni 2026 di Nusantara International Convention Exhibition, kawasan PIK 2, Tangerang. Event tersebut menjadi debut resmi HYROX di Indonesia.
Salah satu alasan HYROX cepat populer adalah formatnya cocok dengan budaya olahraga generasi sekarang. Ada tantangan fisik, komunitas, catatan waktu yang bisa dibandingkan, sekaligus momen visual yang seru dibagikan di media sosial.
Namun, jangan terkecoh karena terlihat keren di konten. HYROX membutuhkan persiapan lari, kekuatan otot, teknik, dan pengaturan tenaga. Tanpa latihan bertahap, peserta bisa kehabisan bensin jauh sebelum mencapai pos wall ball terakhir.
